Potongan Pajak THR 2026: Penjelasan Lengkap dan Cara Menghitungnya

Potongan Pajak THR 2026: Penjelasan Lengkap dan Cara Menghitungnya

TopserMedia.com – Potongan pajak THR sering membuat karyawan swasta bertanya-tanya. Misalnya, kamu menerima Tunjangan Hari Raya, tetapi slip gaji tiba-tiba menunjukkan potongan yang cukup besar.

Namun, hal ini sebenarnya wajar. Sebab, THR termasuk penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan Pasal 21. Oleh karena itu, jangan langsung panik. Berikut ini penjelasan lengkap yang akan membantu kamu memahami semuanya dengan jelas dari awal hingga akhir.

Apa Itu Potongan Pajak THR?

Sederhananya, potongan pajak THR adalah pemotongan PPh Pasal 21 atas Tunjangan Hari Raya. Pemberi kerja wajib melakukannya sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, THR dianggap sebagai penghasilan tidak tetap. Karenanya, ia masuk dalam objek pajak. Dengan demikian, aturan ini pun berlaku untuk hampir semua pekerja di Indonesia.

Dasar Hukum yang Mengatur Potongan Pajak THR

Pertama-tama, landasan utamanya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023. Selanjutnya, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023 memperjelas teknis pelaksanaannya. Kedua aturan tersebut memperkenalkan sistem yang jauh lebih sederhana. Akibatnya, perhitungan pajak bulanan menjadi lebih mudah. Jadi, kamu tidak perlu lagi repot menghitung secara manual setiap bulan.

Mengapa Potongan Pajak THR Terlihat Besar di Bulan Pembayaran?

Banyak karyawan merasa kaget ketika melihat potongan pajak THR. Biasanya, angkanya jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa. Penyebab utamanya adalah penggunaan Tarif Efektif Rata-rata (TER). Ketika penghasilan bruto bulan itu melonjak karena ditambah THR, tarif TER langsung naik ke lapisan berikutnya. Meskipun begitu, ini hanya bersifat sementara. Pada akhirnya, total pajak tahunan tetap sama seperti seharusnya.

Berikut Penjelasan Menkeu tentang Potongan Pajak THR

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Beliau menegaskan bahwa THR ASN maupun swasta sama-sama dikenai PPh Pasal 21. Bedanya, pajak ASN ditanggung oleh negara. Oleh sebab itu, ASN menerima THR secara penuh tanpa potongan langsung. Sementara itu, karyawan swasta dipotong oleh perusahaan. Menurut Menkeu, sistem ini sudah cukup adil. Bahkan, ia menyarankan agar karyawan swasta mengajak perusahaan menerapkan skema gross up. Dengan cara itu, THR bisa tetap utuh di tangan karyawan.

Potongan Pajak THR 2026: Penjelasan Lengkap dan Cara Menghitungnya

Baca Juga :

Cara Kerja Tarif Efektif Rata-rata pada Potongan Pendapatan

Pada dasarnya, TER menghitung penghasilan bruto bulanan lalu langsung mengalikannya dengan persentase tetap. Ada tiga kategori yang disesuaikan dengan status PTKP. Misalnya, Kategori A untuk lajang tanpa tanggungan. Selanjutnya, Kategori B untuk yang sudah kawin dengan satu atau dua tanggungan. Adapun Kategori C untuk kawin dengan tiga tanggungan. Tarifnya akan naik seiring bertambahnya penghasilan bruto. Contohnya, penghasilan Rp10 juta mungkin hanya kena 2%. Namun, begitu ditambah THR menjadi Rp20 juta, tarif bisa melonjak hingga 8%. Inilah alasan mengapa potongan pajak THR sering terlihat sangat besar.

Contoh Perhitungan Potongan Pajak THR yang Sederhana

Ambil contoh karyawan dengan gaji rutin Rp10 juta per bulan. Ia menerima THR sebesar Rp10 juta di bulan Maret. Akibatnya, total bruto Maret menjadi Rp20 juta. Misalkan ia masuk Kategori B dengan tarif TER 8%. Maka potongan pajak Maret mencapai Rp1,6 juta. Bandingkan dengan bulan normal yang hanya Rp150 ribu. Lonjakan ini memang terasa drastis. Akan tetapi, perhatikan kembali total tahunan nanti agar tidak salah paham.

Rekonsiliasi Pajak di Akhir Tahun

Di bulan Desember, perusahaan akan melakukan rekonsiliasi. Saat itu, mereka menghitung ulang menggunakan tarif progresif Pasal 17. Total penghasilan setahun dikurangi PTKP serta biaya jabatan. Jika ternyata sudah terlalu banyak dipotong, kelebihannya akan dikembalikan. Biasanya, kamu menerima pengembalian tersebut di gaji terakhir tahun. Dengan mekanisme ini, beban pajak THR tidak akan bertambah secara keseluruhan.

Perbedaan THR Swasta dan ASN

ASN, TNI, serta Polri menerima THR tanpa potongan yang terlihat. Sebab, pajak mereka ditanggung langsung oleh APBN. Sebaliknya, karyawan swasta mengalami potongan langsung oleh perusahaan. Hal ini kerap menjadi bahan protes. Namun demikian, DJP menegaskan bahwa THR tetap menjadi objek pajak bagi semua pihak. Yang berbeda hanyalah mekanisme penanggungannya. Karenanya, karyawan swasta masih bisa bernegosiasi dengan perusahaan.

Tips Mengelola Potongan Pajak THR dengan Bijak

Pertama, rencanakan keuangan jauh sebelum THR cair. Selain itu, sisihkan sebagian gaji rutin untuk mengantisipasi potongan. Jangan lupa cek slip gaji secara detail. Lebih baik lagi, tanyakan kepada HR tentang kemungkinan skema gross up. Terakhir, laporkan SPT tahunan tepat waktu. Dengan begitu, kamu bisa mengklaim restitusi jika terjadi kelebihan bayar. Langkah-langkah ini membantu arus kas tetap stabil sepanjang tahun.

Manfaat Memahami Potongan Pajak THR

Dengan memahami aturan ini, kamu bisa menghindari salah paham. Selain itu, perencanaan belanja Lebaran menjadi jauh lebih tenang. Perusahaan pun cenderung lebih transparan dalam komunikasi. Akibatnya, hubungan kerja menjadi lebih baik. Menurut saya, literasi pajak seperti ini sangat penting dan bermanfaat jangka panjang.

Implikasi Potongan Pajak THR bagi Keuangan Pribadi

Memang benar, potongan besar di bulan THR mengurangi uang saku sementara. Namun, pengembalian di akhir tahun bisa menjadi bonus kecil yang menyenangkan. Manfaatkan momen ini untuk mereview keuangan pribadi. Lebih bijak lagi, investasikan sebagian THR setelah dipotong pajak. Jangan langsung menghabiskan semuanya sekaligus.

Bagaimana Perusahaan Bisa Membantu Karyawan

Perusahaan dapat menerapkan skema gross up khusus untuk THR. Dengan demikian, karyawan menerima nominal penuh tanpa potongan terlihat. Biaya pajaknya menjadi deductible bagi perusahaan. Banyak perusahaan besar sudah menerapkan cara ini. Oleh karena itu, jangan ragu bertanya kepada HR sekarang juga.

Kesimpulan Potongan Pajak THR

Pada intinya, potongan pajak THR bukanlah beban tambahan yang tidak adil. Ia hanyalah bagian normal dari sistem perpajakan Indonesia. Setelah memahami TER serta rekonsiliasi tahunan, kamu akan jauh lebih tenang menerima THR. Gunakan pengetahuan ini untuk membuat rencana keuangan yang lebih baik. Dengan begitu, THR 2026 tetap menjadi momen bahagia yang dinanti-nantikan. Selamat menyambut Lebaran!