TopserMedia.com – Bojan Hodak singgung PSSI dan ILeague menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pelatih Persib Bandung ini sering ungkap kekhawatiran tentang padatnya jadwal bermain Persib Bandung di dua kompetisi ACL dan BRI Super League. Di februari 2026 nanti, Maung Bandung jalani laga intensif, termasuk fase grup AFC Champions League Two dan pertandingan liga domestik. Kamu sebagai Bobotoh pasti paham betapa beratnya tantangan ini.
Mengapa Jadwal Padat Jadi Masalah Besar?
Persib Bandung ikut dua kompetisi bergengsi sekaligus. Mereka bertahan di puncak BRI Super League sambil lolos ke 16 besar ACL Two.
Namun, jadwal super padat bikin pemain kelelahan. Februari 2026 saja, Persib main lima atau enam laga dalam 16-18 hari, plus perjalanan jauh ke Thailand, hingga Samarinda.
Oleh karena itu, Bojan Hodak sering tekankan dampaknya pada performa. Beberapa hasil kurang maksimal, seperti kekalahan dari Malut United, langsung kaitkan dengan kurang recovery.
Menurutku, ini wajar karena sepak bola modern butuh manajemen fisik cerdas. Pakar olahraga seperti Dr. Andri dari UI bilang, jadwal padat tingkatkan risiko cedera hingga 30 persen.
Dampak Fisik pada Pemain Persib
Pemain seperti Thom Haye dan Marc Klok sering keluhkan perjalanan malam dan jeda singkat. Hanya tiga hari recovery antar laga Asia dan liga.
Selain itu, rotasi pemain jadi kunci. Bojan Hodak terapkan strategi ini sukses, tapi tetap ada batas.
Aku rasa, dukungan medis tim seperti fisioterapis sangat krusial di sini.
Bojan Hodak Singgung PSSI dan ILeague: Kritik Terbuka
Bojan Hodak tak ragu singgung PSSI dan operator liga, ILeague (sebelumnya LIB). Ia harap ada penyesuaian jadwal untuk tim yang main di Asia.
Contoh, saat drawing 16 besar ACL Two lawan Ratchaburi FC pada Februari 2026, Bojan minta reschedule laga liga. Ada tiga pertandingan liga dalam dua pekan berbenturan.
Lebih lanjut, Bojan bilang dukungan untuk wakil Indonesia di Asia seharusnya lebih baik. Di 2024, ia pernah keluhkan jeda tiga hari usai ACL.
Opini ahli seperti Bung Towel dari pengamat sepak bola nasional setuju, PSSI perlu prioritaskan tim Asia agar prestasi Indonesia naik.
Baca Juga :
- Profil Diva Azzura: Mantan Artis Cilik yang Kini Jadi Influencer Populer
- Hitungan Puasa Ramadhan 1447/2026: Prediksi Tanggal dan Cara Persiapan
Harapan Bojan untuk Penyesuaian Jadwal
Bojan optimis jika jadwal diubah, Persib bisa lolos lebih jauh di ACL Two. Ia lihat drawing lawan Ratchaburi cukup ideal.
Namun, tanpa fleksibilitas dari ILeague, risiko kelelahan tinggi. Persib sudah pramusim imbang 2-2 lawan Ratchaburi.
Menurutku, ini peluang PSSI tunjukkan komitmen bangun sepak bola kompetitif.

Padatnya Jadwal Bermain Persib Bandung di Dua Kompetisi ACL dan BRI Super League
Persib jalani Desember 2025 super sibuk. Main lawan Borneo FC, Bangkok United, Malut United, Bhayangkara FC, hingga PSM Makassar.
Hasilnya campur, tapi rotasi jalan baik. Persib tutup tahun di puncak klasemen.
Selanjutnya, Februari 2026 ada leg 16 besar ACL Two: tandang dulu ke Thailand, lalu kandang di GBLA.
Pakar taktik seperti Valeriy dari analis bola bilang, kedalaman skuad Persib jadi kekuatan utama.
Contoh Jadwal Padat Desember 2025
Desember penuh tantangan. Persib menang tipis lawan Bangkok United 1-0, tapi kalah di Malut karena lelah.
Bojan puji pemulihan setelah libur singkat. Kondisi fisik membaik jelang laga akhir tahun.
Aku yakin, pengalaman ini bikin Persib lebih tangguh.
Strategi Bojan Hodak Atasi Jadwal Padat
Bojan andalkan rotasi pemain. Ia istirahatkan bintang di laga tertentu, beri kesempatan pemain muda.
Selain itu, latihan ringan fokus recovery. Nutrisi dan tidur jadi prioritas.
Opini Bojan sendiri, profesionalisme pemain kunci. Ia bilang tak ada libur di sepak bola top.
Menurutku, strategi ini mirip klub Eropa seperti Manchester City.
Rotasi Pemain dan Pemulihan
Pemain seperti Beckham Putra dan Saddil Ramdani sering rotasi. Ini jaga fresh hingga akhir musim.
Tim medis Persib pakai teknologi modern monitor kelelahan.
Pakar kebugaran seperti Raffi Ghani bilang, pendekatan ini terbaik untuk multi-kompetisi.
Prestasi Persib Meski Jadwal Padat
Persib puncaki BRI Super League akhir 2025. Lolos 16 besar ACL Two sebagai juara grup.
Ini bukti strategi Bojan berhasil. Back-to-back juara sebelumnya jadi modal.
Lebih lanjut, dukungan Bobotoh di GBLA beri tenaga ekstra.
Aku prediksi, Persib berpeluang hattrick juara liga.
Dukungan Bobotoh sebagai Faktor Penting
Bojan sering puji antusiasme Bobotoh. Stadion penuh bikin lawan tak nyaman.
Di laga kandang terakhir, atmosfer fantastis.
Opini psikolog olahraga bilang, home support tingkatkan performa 20 persen.
Tantangan ke Depan untuk Persib Bandung
Februari 2026 krusial. Leg ACL Two berbenturan liga, termasuk lawan Borneo FC.
Bojan harap ILeague reschedule. Tanpa itu, risiko drop performa.
Namun, skuad dalam seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders beri harapan.
Menurutku, ini ujian sejati ambisi Persib di Asia.
Peluang di ACL Two 2025/2026
Lawan Ratchaburi terjangkau. Leg kedua kandang jadi keuntungan.
Bojan bilang, stadion penuh bisa tekan lawan.
Pakar Asia seperti John Duerden bilang, Persib punya kans ke perempat final.
Kesimpulan: Bojan Hodak Singgung PSSI dan ILeague untuk Masa Depan Lebih Baik
Bojan Hodak singgung PSSI dan ILeague ajak semua pihak pikir ulang jadwal. Padatnya jadwal bermain Persib Bandung di dua kompetisi ACL dan BRI Super League tunjukkan perlu dukungan lebih.
Persib sudah bukti ketangguhan, tapi fleksibilitas jadwal bisa bawa prestasi lebih tinggi. Aku yakin, dengan kerjasama, sepak bola Indonesia makin maju.
Bagikan pendapatmu di komentar, Bobotoh! Maung Bandung forever.
