TopserMedia.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung beserta KPK saksikan pemotongan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Acara ini berlangsung pada 14 Januari 2026. Proses simbolis ini jadi langkah besar penataan kota. Anggaran mencapai Rp 102 miliar untuk revitalisasi keseluruhan kawasan. Kamu pasti penasaran kenapa proyek lama ini akhirnya dibongkar sekarang.
Siapa Gubernur Jakarta Pramono Anung?
Pramono Anung Wibowo lahir 11 Juni 1963. Ia resmi jadi Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Kabinet selama hampir satu dekade. Pramono menang Pilkada 2024 berpasangan dengan Rano Karno.
Ia lulus S3 Ilmu Komunikasi Politik dari Unpad. Karier politiknya panjang di PDIP. Pramono pernah jadi anggota DPR empat periode. Saya rasa, latar belakangnya kuat untuk pimpin Jakarta yang kompleks.
Pakar politik bilang, Pramono punya pengalaman eksekutif tinggi. “Dia paham koordinasi lintas instansi,” kata analis dari UI. Ini bantu dia tangani isu lama seperti monorel.
Latar Belakang Proyek Monorel Mangkrak di Rasuna Said
Proyek monorel dimulai 2004 era Sutiyoso. Tujuannya atasi kemacetan Jakarta. Tiang beton dibangun di Rasuna Said dan Senayan. Sayang, proyek mangkrak sejak 2008 karena masalah dana dan sengketa.
Ada 109 tiang di Rasuna Said. Mereka ganggu estetika, keselamatan, dan lalu lintas. Selama 21-22 tahun, tiang ini jadi simbol proyek gagal. Pramono putuskan bongkar untuk kembalikan fungsi jalan.
Menurut saya, ini keputusan berani. Banyak gubernur sebelumnya ragu karena isu hukum. Pramono koordinasi dulu dengan KPK dan Kejati.
Baca Juga :
Detail Acara Pemotongan Tiang Monorel yang Disaksikan KPK
Pada 14 Januari 2026 pagi, Pramono Anung pimpin groundbreaking. Ia hadir bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Mantan Gubernur Sutiyoso alias Bang Yos ikut saksikan. Kajati DKI Patris Yusrian Jaya dan perwakilan KPK juga datang.
Proses pemotongan pertama mulai pukul 09.07 WIB. Mereka pakai mesin potong besi. Acara ini simbolis. Pembongkaran utama dilakukan malam hari, pukul 23.00-05.00 WIB. Tidak ada penutupan jalan total.
Pramono bilang, “Hari ini kita mulai penataan Rasuna Said dengan potong tiang monorel.” Bang Yos lega. “Enggak sakit mata lagi,” katanya. Saya setuju, ini momen historis tutup bab lama.
Klarifikasi Anggaran Rp 102 Miliar untuk Penataan Kawasan
Banyak isu bilang Rp 100 miliar hanya buat bongkar tiang. Pramono luruskan. Biaya pemotongan tiang cuma Rp 254 juta. Sisanya Rp 102 miliar untuk penataan keseluruhan.
Anggaran itu cover perbaikan jalan, saluran air, trotoar, taman, pedestrian, dan penerangan. Tujuannya tingkatkan estetika dan fungsi ruang publik. Target selesai September 2026.
Opini pakar infrastruktur dari ITB: “Anggaran ini efisien kalau hasilnya optimal.” Saya rasa transparansi Pramono bagus. Hindari salah paham netizen.
Alasan Koordinasi dengan KPK dan Kejaksaan Tinggi
Pramono konsultasi intensif dengan KPK dan Kejati sebelum bongkar. Ia laporkan rencana ke KPK. Tujuannya pastikan aman hukum. Tidak ada proses hukum lagi terkait aset PT Adhi Karya.
Surat resmi dari Kejati jadi dasar. Pemprov surati Adhi Karya November lalu minta bongkar mandiri. Karena tidak dilakukan, Pemprov ambil alih. Besi hasil potong diserahkan ke Adhi Karya.
Menurut saya, langkah ini cerdas. Libatkan KPK cegah korupsi. Ini tunjukkan komitmen Pramono transparan.
Dampak Positif Pemotongan Tiang Monorel bagi Jakarta
Bongkar tiang kurangi kemacetan di Rasuna Said. Jalan lebih lebar, drainase baik, banjir berkurang. Estetika kota naik. Kawasan bisnis Kuningan jadi lebih nyaman.
Pramono target kurangi kemacetan. Ia janji penataan lengkap. Beberapa tiang di Senayan dipertahankan untuk videotron atau reklame.
Pakar tata kota bilang, “Ini langkah revitalisasi urban bagus.” Saya optimis, Jakarta lebih rapi dan fungsional.
Tantangan dan Masa Depan Penataan Infrastruktur Jakarta
Proses bongkar butuh 8 bulan. Kerja malam hindari macet. Tapi tetap ada risiko lalu lintas. Pemprov siapkan pengalihan.
Pramono janji selesai tepat waktu. Ia undang Bang Yos pantau. Ini bangun kepercayaan publik.
Saya pikir, sukses di Rasuna Said bisa jadi contoh. Bongkar proyek mangkrak lain di Jakarta. Pramono punya visi besar.
Bagaimana Warga Jakarta Bisa Dukung Program Ini
Pantau update resmi Pemprov DKI. Hindari hoaks soal anggaran. Dukung lewat medsos positif. Laporkan kalau ada masalah di lapangan.
Pramono butuh partisipasi warga. “Jakarta milik kita bersama,” katanya. Saya saran, ikuti akun resmi @dkijakarta.
Kesimpulan: Langkah Berani Gubernur Pramono Anung
Gubernur Jakarta Pramono Anung beserta KPK saksikan pemotongan tiang monorel. Ini akhiri proyek mangkrak 21 tahun. Anggaran Rp 102 miliar untuk penataan total, bukan cuma bongkar Rp 254 juta.
Saya yakin, ini awal perubahan positif. Jakarta lebih baik dengan pemimpin tegas seperti Pramono. Mari dukung penataan kota kita!
