TopserMedia.com – Wapres Try Sutrisno meninggal pada pagi hari ini, meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Kabar ini mengejutkan banyak orang. Ia wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Usianya 90 tahun saat hembusan napas terakhir. Sebagai wakil presiden keenam, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok militer tangguh. Dedikasinya untuk negara tak pernah pudar. Mari kita telusuri perjalanan hidupnya lebih dalam.
Selain itu, kematian Try Sutrisno mengingatkan kita pada pentingnya menghargai tokoh sejarah. Banyak yang mencari info tentang wapres try sutrisno meninggal untuk memahami warisannya. Artikel ini akan membahas biografi, karir, hingga kontribusinya. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang ingin tahu lebih banyak.
Biografi Try Sutrisno: Dari Surabaya ke Panggung Nasional
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Masa kecilnya penuh tantangan. Ayahnya, Subandi, bekerja sebagai sopir ambulans. Ibunya, Mardiyah, mengurus rumah tangga. Perang kemerdekaan memaksa keluarganya pindah ke Mojokerto. Try kecil bahkan berjualan rokok dan koran untuk membantu ekonomi keluarga.
Pendidikan dasarnya terganggu oleh konflik. Namun, semangatnya tak padam. Ia lulus SMA pada 1956. Kemudian, masuk Akademi Teknik Angkatan Darat. Lulus sebagai Letnan Dua pada 1959. Langkah ini jadi awal karir militernya yang gemilang.
Menurut saya, latar belakang sederhana Try Sutrisno mengajarkan ketangguhan. Banyak ahli sejarah setuju bahwa pengalaman masa kecil membentuk karakternya sebagai pemimpin. Ia menikah dengan Tuti Sutiawati pada 1961. Mereka dikaruniai tujuh anak. Keluarga jadi pondasi kuat dalam hidupnya.
Selanjutnya, mari bahas bagaimana ia naik tangga karir di militer.
Masa Kecil yang Penuh Perjuangan
Di Surabaya, Try kecil melihat langsung gejolak revolusi. Keluarganya berasal dari campuran Jawa Barat dan Timur. Ayahnya dari Garut, ibu dari Surabaya. Saat Belanda kembali, mereka evakuasi ke Mojokerto. Try berhenti sekolah sementara. Ia bekerja keras demi keluarga.
Pengalaman ini membentuk mentalitas pejuang. Pakar psikologi menilai masa sulit membangun resiliensi. Try kembali sekolah setelah situasi tenang. Semangatnya inspiratif bagi generasi muda hari ini.
Pendidikan Militer dan Awal Karir
Setelah SMA, Try memilih jalur militer. Akademi Teknik AD jadi pilihan tepat. Lulus dengan baik, ia mulai bertugas. Pengalaman pertamanya melawan pemberontakan PRRI pada 1957. Ini ujian awal kemampuannya.
Dari situ, karirnya melonjak. Ia pernah jadi ajudan presiden. Pengalaman ini membuka pintu lebih lebar.
Karir Militer Try Sutrisno: Dari Prajurit ke Panglima
Karir militer Try Sutrisno penuh prestasi. Mulai dari posisi rendah hingga puncak. Pada 1974, ia jadi ajudan Presiden Soeharto. Ini loncatan besar. Kemudian, naik jadi Wakil Kepala Staf AD pada 1985.
Tahun 1986, ia diangkat sebagai Kepala Staf AD. Hanya setahun setengah, lalu jadi Panglima ABRI pada 1988. Sebagai panglima, ia fokus pada modernisasi angkatan bersenjata.

Menurut pakar militer, Try Sutrisno berhasil menjaga stabilitas nasional saat itu. Opini saya, kepemimpinannya tegas tapi humanis. Ini kunci suksesnya.
Selain itu, ia pernah ketua PBSI dari 1985-1993. Kontribusi di olahraga bulu tangkis juga patut diacungi jempol.
Baca Juga :
- Harga CPO KPBN Februari 2026: Tren Terkini, Faktor Pengaruh, dan Dampak ke Petani
- Korlantas Polri Persiapkan Arus Mudik Lebaran 2026: Langkah Pengamanan Arus Mudik yang Matang
Jabatan Penting di TNI
Sebagai KSAD, Try reformasi internal. Ia tingkatkan pelatihan prajurit. Kemudian, sebagai Pangab, ia tangani isu keamanan nasional. Masa jabatannya hingga 1993.
Prestasi ini buat namanya harum. Banyak rekan militer memuji dedikasinya.
Transisi ke Politik: Menjadi Wakil Presiden
Pada 1993, Try diusung jadi wapres mendampingi Soeharto. Masa jabatan hingga 1998. Sebagai wapres, ia dukung program pembangunan.
Peranannya krusial di era Orde Baru akhir. Ia bantu stabilkan ekonomi dan politik.
Riwayat Sakit Try Sutrisno dan Penyebab Kematian
Riwayat sakit Try Sutrisno dimulai sejak 2008. Saat itu, ia alami penyempitan pembuluh darah otak. Dirawat di ICU. Namun, ia pulih dan tetap aktif.
Belakangan, sejak 16 Februari 2026, ia dirawat lagi di RSPAD. Penurunan selera makan dan dehidrasi jadi masalah utama. Keluarga bilang tak ada penyakit khusus. Usia lanjut penyebab utama.
Wapres Try Sutrisno meninggal pada 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB. Jenazah dibawa ke rumah duka di Menteng. Rencana dimakamkan di TMP Kalibata.
Pakar kesehatan lansia sebut kondisi ini umum di usia 90. Opini saya, penting jaga kesehatan sejak dini untuk hindari komplikasi.
Warisan Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden
Warisan Try Sutrisno sebagai wapres adalah dedikasi pada Pancasila. Ia tinggalkan teladan disiplin dan kesetiaan. Sebagai prajurit, ia jaga kedaulatan. Sebagai negarawan, ia dukung pembangunan.
Khofifah Indar Parawansa sebut ia sosok sejati. Menurut saya, warisannya inspirasi bagi pemimpin muda. Ia bukti bahwa latar belakang sederhana tak halangi prestasi.
Di era digital, kisahnya ajarkan nilai-nilai nasionalisme. Banyak yang cari info wapres try sutrisno meninggal untuk pelajari sejarah.
Kontribusi di Bidang Pertahanan
Sebagai Pangab, Try modernisasi TNI. Ini tingkatkan kemampuan pertahanan. Warisannya masih terasa hingga kini.
Pengaruh di Politik Nasional
Sebagai wapres, ia bantu atasi krisis. Perannya stabilkan pemerintahan. Pakar politik bilang, ia jembatan antara militer dan sipil.
Reaksi atas Kematian Try Sutrisno
Reaksi datang dari berbagai pihak. Presiden dan wapres saat ini sampaikan duka. Cak Imin juga ungkap kesedihan. Masyarakat di media sosial bagikan kenangan.
Upacara militer disiapkan pemerintah. Ini penghormatan atas jasanya.
Menurut saya, reaksi ini tunjukkan betapa dihormatinya Try Sutrisno. Generasi muda harus pelajari kisahnya.
Kesimpulan: Mengingat Jasa Try Sutrisno
Wapres Try Sutrisno meninggal meninggalkan lubang di hati bangsa. Namun, warisannya abadi. Dari prajurit hingga wapres, ia dedikasikan hidup untuk Indonesia. Semoga husnul khotimah.
Bagi pembaca, pelajari sejarah untuk bangun masa depan. Try Sutrisno contoh nyata. Terima kasih atas perjuangannya.
